09 Jul 2026

Inovasi AI untuk Aksara Bali: Prodi Sastra Inggris Gelar Workshop Persiapan Pengembangan Web "NyastraAI"

Inovasi AI untuk Aksara Bali: Prodi Sastra Inggris Gelar Workshop Persiapan Pengembangan Web "NyastraAI"

Denpasar, 9 Juli 2026 – Sebagai upaya nyata mendukung program Kampus Berdampak, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pengembangan Web Generatif AI Nyastra" di Hotel Grand Mirah Denpasar, secara hybrid. Kegiatan ini menandai langkah strategis prodi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang langsung dapat dimanfaatkan oleh mitra sekolah untuk memperkuat pembelajaran Bahasa Bali, khususnya aksara Bali.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. I Gusti Ngurah Parthama, SS., M.Hum., Koordinator Program Studi Sastra Inggris. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan rencana strategis penelitian prodi yang berorientasi pada dampak sosial budaya. "Pengembangan Generative AI Nyastra merupakan terobosan yang memadukan kecanggihan teknologi dengan upaya pelestarian kearifan budaya lokal. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif dan langsung menyentuh kebutuhan pendidikan di masyarakat," ujar Pak Parthama.

FGD secara intensif membahas aspek utama pengembangan, mencakup perancangan alur kerja sistem yang intuitif dan persiapan infrastruktur teknis yang andal. Diskusi menghasilkan kesepakatan untuk merancang platform dengan antarmuka dual-mode, yakni "Mode Cepat" untuk transliterasi instan dan "Mode Ahli" untuk penyesuaian konteks yang lebih mendalam, serta fitur khusus seperti "Pembuat Lembar Kerja" yang dirancang langsung berdasarkan masukan mitra guru. Selain itu, dibahas pula kebutuhan teknis seperti spesifikasi server, keamanan data, dan strategi hosting untuk mendukung performa model AI.

Ketua Tim Peneliti dalam pemaparannya menjelaskan roadmap yang jelas. "Target akhir kita tahun ini adalah menyelesaikan pengembangan model AI yang stabil dan siap diimplementasikan dalam lingkungan pengembangan terbatas (development environment). Ini akan menjadi fase validasi intensif. Jika model telah terbukti akurat dan kuat, pada tahun berikutnya kami akan merencanakan proses hilirisasi atau peluncuran live untuk disebarluaskan kepada publik," jelasnya. Pernyataan ini menegaskan pendekatan bertahap yang berorientasi pada kualitas dan kesiapan produk.

Hasil konkret dari FGD ini adalah penetapan alur kerja model AI Nyastra yang komprehensif, mulai dari input teks, proses analisis konteks, hingga output aksara Bali yang dilengkapi dengan berbagai opsi utilitas. Lebih dari itu, forum ini juga berhasil merumuskan rencana strategis pengembangan yang mencakup pembagian tugas, timeline pengerjaan, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan yang melibatkan umpan balik dari seluruh pemangku kepentingan.

Dengan melibatkan kolaborasi multipihak—mulai dari tim peneliti, mitra industri (DUDI), hingga mitra sekolah dan guru—kegiatan ini tidak hanya mematangkan rencana teknis, tetapi juga memperkuat jembatan antara akademisi dan pengguna akhir. Langkah ini semakin mengukuhkan peran Program Studi Sastra Inggris sebagai pionir dalam pemanfaatan teknologi mutakhir untuk pelestarian budaya, sekaligus kontributor nyata dalam mewujudkan visi Kampus Berdampak yang diusung oleh Kementerian.

Email FAPET Unud