Proses Belajar Mengajar
Setiap kegiatan pembelajaran diarahkan untuk selaras dengan pencapaian ELO. Sistem pembelajaran program studi dibangun berdasarkan perencanaan yang relevan dengan tujuan, ranah pembelajaran, dan hierarki. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi dan teknik dengan tujuan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, mengeksplorasi, berkreasi, dan bereksperimen dengan menggunakan berbagai sumber. Strategi utama dalam pembelajaran berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), yang meliputi teori yang dipadukan dengan praktik, bermain peran (role playing), telaah sejawat (peer review), diskusi, pendekatan berbasis tugas (task-based approaches), dan pendekatan berbasis proyek (project-based approaches). Selain itu, untuk memungkinkan mahasiswa menerapkan apa yang telah mereka pelajari di kelas ke dunia nyata, pengalaman berbahasa (language experience) dan pelatihan praktik diterapkan. Untuk menjadikan mahasiswa lebih dinamis dan aktif, dilakukan pergeseran dari metode pengajaran tradisional ke metode pengajaran aktif (brainstorming, latihan berbasis pemecahan masalah (problem-based exercises), membaca referensi di rumah (home reference reading), dan sebagainya) guna menciptakan interaksi yang lebih kondusif. Dosen memberikan masukan yang bermanfaat atau landasan yang diperlukan dari unsur-unsur teoretis setiap mata kuliah kepada mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa diberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan teoretis mereka dalam situasi pemecahan masalah.
Selain perkuliahan teoretis dan pendekatan berbasis tugas/proyek, pengalaman berbahasa (language experience) diterapkan pada beberapa mata kuliah untuk memperoleh pengalaman langsung di luar kelas. Sebagai contoh, pada mata kuliah Performing Arts: Drama and Poetry, selain mengikuti perkuliahan teoretis di kelas, mahasiswa harus menciptakan sebuah pementasan drama dalam bahasa Inggris. Untuk melakukannya, mereka harus mengatur seluruh prosesnya sendiri. Terkait dengan pemanfaatan teknologi, proses belajar mengajar di kelas telah didukung oleh fasilitas dan kemampuan di bidang teknologi yang memadai, seperti penggunaan LCD dan PowerPoint, blog, serta tersedianya fasilitas internet kampus dengan jaringan yang memadai.



FAKULTAS ILMU BUDAYA